Rabu, 19 Oktober 2016

MENGATASI MAHASISWA YANG SERING MENCORET TEMBOK



          
  Kampus lebih identik dengan mahasiswa karena kampus merupakan daerah yang dimana banyaknya gedung-gedung tempat kegiatan belajar-mengaja, dan administrasi berlangsung yang merupkan universitas dan perguruan tinggi terdapat banyak bagunan-bagunank khususnya ruang yang digunakan untuk proses belajar-mengajar Mahasiswa umurnya paling kecil adalah 16 tahun dalam artian mahasiswa merupakan orang yang bias dikategorikan orang dewasa,paling tidak sudah memilikiasa tanggung jawab akan dirinya sendiri atau sudah tahu apa-apa saja yang dilarang dan apa-apa saja yang tidak pantas dilakukan.tapi terkadang walaupun sudah mengetahui itu semua sebahagian Mahasiswa kurangnya kesadaran dan partisipsi untuk bertanggung jawab tentang apayang mahasiswa ketahui. Dari hasil pengamatan saya sebagian mahasiswa kurang berpartisipasi menjagakebersihan kelas khususnya tembok karena buktinya telah nayata dalam artian diamanapun ruangan yang ditempatiuntukbelajar-menagajar pasti ada coretan-coretan tangan mahasiswa tang kurang bertanggung jawab menjaga kebersihan tembok itu.
            Artikelini saya buat dengan tujuanagar mahasiswa dapat mengurangiaksi coret-coret tembok.nah dari tujuanini timbul pertanyaan. Bagaimana cara mengatasi mahasiswa tang sering mencoret tembok? Atau, bagaimana cara mengurangi aksi mahasiswa yang mencoret tombok?. Kita ketahui bahawa tidak ada suatukegiatan atau aksi tampaadanyapermulaan atau sebab dan akibat. Nah disinisayaakan menuliskan sebab akibat yang saya ketahui dan beberapa pendapat dari mahasiswa mahasiswa.
            Mahasiswa terkadang merasa “ADILAU”Antara dilemma dan galau yang disebabkan dari beberapa penyebab, disinilah mahasiswa ingin mengeluarkan keluh kesahnya, apalagi mahasiswa merasa dosan dalam proses belajar karena disebabkan dosennya kurang memperhatikan mahasiswa keseluruhan hanya beberpasaja yang diperhatikan oleh dosen. Yang terkadang juga mahasiswa yang mencari kesibukan sambili menunggu kedatangan dosennya. inilah yang merupakan penyebab - penyebab munculnya aksi coret tembok.karena ada yang memulai penulisan pada tembok sehingga mahasiswa yang lain ikut menulis atau mencoret tembok. Mungkin mahasiswa tidak sadar walaupun mahasiswa tahu bahawa kebersihan itu membuat atau menimbulkan ketenangan dan kenyamana. Kan kitaketahui terkadang coretan-coretan yang ada dapat mengalihkan perhatian pada saat prosesbelajar mengajar. Pada hari Selasa, 11 Oktober 2016 di siang haripukul 13.42 WIT dilanta 3 ruangan IQRA 3.3.15 di Universitas Muhammadiyah Makassar saya mengadakan pengamatan. Dalam suatu ruangan yang berbentuk persegi yang digunakan untuk proses belajar, banyaknya coretan-coretan yang terletak pada tembok atau tiang,yang terkadang adapun gambar-gambar atau kalimat yang tidak sopan.perbuatan ini merupak hal yang tidak pantas dilakukan apalagi universitas muhammadiyah Makassar lebih identik dengan ummat yang memeluk agama islam. Kurangnya partisipasi dan kesadaran mahasiswa bahawa pentingnya menjaga kebersiha lingkungan khususnya tembok dan tiang karena ruangan tersebut yang digunakan.
            Saya berharap apabila ada mahasiswa yang sadar bahwa pentingnya menjaga kebersihan kampus khususnya tembok pada ruangan, setidaknya berikan teguran yang lembut yang tidak membuat mahasiswa lain merasa tersinggung. mahasiswa yang memiliki tanggung jawab akan menjaga lingkungan sekitar juga mengajak mahasiswa lain untuk memiliki rasa tanggtung jawab tersebut. mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lainnya harus saling berkerja sama menjujungjung tanggung jawab yang menjaga kebirsihan demi kenyaman bersama. disinilah pentinganya mengetahui materiatau teoridan mengapresiasikannya.
            Apabila salah satu diantara kalian yang melihat teman atau mahasiswa yang lagi mencoret tembok dan tiang sekiranya ditegur dengan baik. Berikan suatu pengertian bahwa kebirsihan ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Dan jikalau itu tidak memberikan hasil untuk menguragi aksi coret tembok, sabaiknya adanya juga pastisipasi dari pihak pimpinan maupun dosen yang memberikan aturan dan larangan mencoret-coret ruangan dan dinding sekitar.dengan memberikan denda atau sansi yang bersifat mendidik. yang akan memberikan efek jerah pada mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lainnya. Dengan aturan-aturan yang bersifat mendidik tapi memberikan efek jerah pada mahasiswa sehingga akan diingat selalu dan kebiasaan mencoret akan dilupakan.dengan kata lain adanya tingkat kesadaran sifat yang siplin dan sifat bertanggung jawab untuk menjaga lingkungah sekitar.latihan –latihan meneaati aturan yang memberikan pengaruh besar pada lingkah laku.


oleh : Nurul Hijriah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar